Friday, September 7, 2012

Hakekat Kaya

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya " Madarijus Salikin " menjelaskan makna kaya .

Kaya atau berkecukupan adalah salah satu persinggahan suatu perjalanan " Iyyaka na'budu wa iyyaka nastain ". Kaya ada dua macam:
Pertama; Kecukupan karena dari Allah.
Kedua; Tidak membutuhkan selain dari Allah.
Kedua duanya merupakan hakikat kefakiran.



Kaya merupakan sebutan kepada pemilik secara sempurna. siapa yang memiliki di satu sisi tapi tidak memiliki di sisi lain, berarti dia bukan orang yang kaya.Maka sebutan kaya hanya layak diberikan kepada Allah semata, sedangkan selain Nya adalah fakir.

Menurut Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah, ada tiga tingkatan kaya, yaitu :

1. Kaya Hati.
Yaitu keselamatan dari sebab, kepasrahan kepada hukum, dan pembebasan dari permusuhan.

Hakikat kaya hati adalah hanya bergantung kepada Allah semata, sedangkan hakikat kefakiran adalah bergantung kepada selain Allah. Jika  seorang hamba bergantung kepada Allah, maka dia memperoleh tiga hasil, yaitu keselamatan dari sebab, kepasrahan kepada hukum, dan terbebas dari permusuhan.

Selamat dari sebab artinya tidak bergantung kepada sebab. tapi tempat bergantungnya adalah kepada Pembuat sebab yaitu Allah.
Pasrah kepada hukum ada dua macam, pertama; pasrah kepada hukum agama yang bersifat perintah, yaitu menyesuaikan diri dan tidak menentangnya. Kedua; Pasrah kepada hukum alam yang berdasarkan taqdir, yang terjadi karena bukan pilihanya dan tidak kuasa untuk menolaknya .

2. Kaya Jiwa.
Yaitu istiqomah terhadap Allah, keselamatan dari bagian dan riya'.

Kaya jiwa lebih tinggi dari kaya hati.sebagaimana diketahui perkara hati lebih sempurna dan lebih kuat dari perkara jiwa. Namun di sini ada sentuhan lembut bahwa jiwa termasuk pasukan hati dan yang paling keras penentangnya. Dari jiwa inilah sesuatu bisa masuk. Dari jiwa kecukupan bisa masuk ke dalam hati, dan dari jiwa kefakiran bisa masuk ke dalam hati. Maka kekayaan jiwa ada tiga perkara, yaitu:
- Istiqomah terhadap Allah.
- Keselamatan jiwa dari bagian atau hal hal selain Allah dan tidak bergantung kepadanya.
- Keselamatan dari riya', yaitu kehendak yang ditujukan kepada selain Allah.

3. Kaya karena pertolongan dari Allah.
Dalam hal ini ada tiga tingkatan, yaitu:
- Pengingatan Allah terhadap diri hamba.
- Senantiasa memperhatikan ketetapan yang dibuat Allah.
- Keberuntungan mendapatkan Nya.

Dalam atsar Ilahy disebutkan;
Wahai anak Adam, carilah aku niscaya kamu akan mendapatkan Aku. Jika kamu sudah mendapatkan Aku, maka kamu akan mendapatkan segala sesuatu, dan jika Aku membuatmu tidak mendapatkan Aku, maka kamu tidak akan mendapatkan segala sesuatu. Aku adalah yang paling kamu cintai dari segala sesuatu.

Siapa yang tidak mengetahui makna keberadaanya karena Allah dan keberuntungan mendapatkan Allah, maka lebih baik baginya untuk menaburkan debu dikepalanya dan menagisi dirinya.